♠ Posted by Unknown at 19.46
Lima mitos kanker payudara
SURVEI
menunjukkan, kanker payudara merupakan penyakit nomor satu yang
dikhawatirkan perempuan. Berbagai kesalahpahaman yang berkembang tentang
penyakit ini, bisa semakin memicu stres dan tentunya membahayakan jiwa
perempuan.
Demi
kesehatan dan keselamatan jiwa Anda sendiri, ada baiknya mempelajari
kebenaran di balik mitos yang beredar tentang penyakit ini.
Mitos #1: Mengenakan bra berkawat meningkatkan risiko terkena kanker payudara
Klaim
yang menyatakan bra berkawat menekan sistem limfatik payudara, membuat
racun menumpuk sehingga menyebabkan kanker payudara, tidak terbukti
secara ilmiah. Menurut konsensus, jenis bra serta ketat atau longgarnya
pakaian dalam Anda, tidak berhubungan dengan risiko kanker payudara.
Mitos #2: Perempuan berdada kecil berisiko lebih rendah terkena kanker payudara
Tidak
ada hubungan antara ukuran dada seseorang dengan besar kecil risiko
terkena kanker payudara. Dada berukuran besar memang lebih sulit
diperiksa dibandingkan dengan dada berukuran kecil, melalui uji payudara
klinis, mammogram, mau pun MRI. Tapi setiap perempuan, terlepas dari
ukuran dadanya, harus rajin memeriksa payudara secara rutin demi
keselamatan jiwanya.
Mitos #3: Hanya perempuan dengan sejarah kanker payudara dalam keluarga yang berisiko terkena penyakit serupa
Sekitar
70 persen perempuan yang didiagnosa menderita kanker payudara, tidak
memiliki faktor risiko yang dapat diidentifikasi atas penyakit ini. Tapi
risiko sejarah keluarganya adalah seperti ini: Jika seorang kerabat
tingkat pertama (orang tua, saudara, atau anak) mengalami atau menderita
kanker payudara, risiko Anda terserang penyakit itu sekitar dua kali
lipat. Jika Anda memiliki dua orang kerabat tingkat pertama yang
menderita kanker payudara, risiko Anda pun semakin meningkat.
Mitos #4: Benjolan pada payudara kebanyakan adalah kanker
Kenyataannya,
sekitar 80 persen benjolan di payudara perempuan disebabkan oleh
perubahan jinak nonkanker, kista, atau kondisi lainnya. Meskipun
demikian, para dokter mendorong perempuan untuk melaporkan perubahan apa
pun yang terjadi pada payudaranya. Sebab, pendeteksian dini terhadap
kanker payudara lebih baik daripada terlambat. Dokter mungkin
menyarankan mammogram, ultrasound, atau biopsi untuk menentukan apakah
benjolan tersebut adalah kanker atau bukan.
Mitos #5: Implan payudara meningkatkan risiko kanker
Menurut
penelitian, perempuan yang melakukan implan payudara tidak berisiko
lebih besar terkena kanker payudara. Akan tetapi, mammogram standar
tidak selalu bekerja baik pada perempuan yang melakukan implan payudara.
Sinar X tambahan kadang diperlukan untuk mengetes jaringan dada secara
menyeluruh.

0 komentar:
Posting Komentar